Discovery Campaign Buat Rate Card Tiktok Buat Rate Card Instagram Buat Rate Card Youtube
Buat MoU Otomatis Cek ER KOL Tiktok Cek ER KOL Instagram Cek ER KOL YouTube Download Video Tiktok Download Video Instagram Download Video Youtube Kamus KOL
Ranking KOL Tiktok Ranking KOL Instagram Ranking KOL Youtube Cek Rate Card KOL Tiktok Cek Rate Card KOL Instagram Cek Rate Card KOL Youtube Campaign Report KOL Management Extensions KOL.ID
Login Register
Blog › Social Media › KOL.ID Report: Perilaku Konsumen Saat belanja Online di Bulan Ramadhan, Apa yang Harus Diketahui Bisnis?

KOL.ID Report: Perilaku Konsumen Saat belanja Online di Bulan Ramadhan, Apa yang Harus Diketahui Bisnis?

Hero image of a city skyline at night

Tak terasa sebentar lagi kita akan kembali menyambut bulan ramadhan yang selalu dinantikan. Di bulan istimewa ini, banyak orang yang mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari bahan masakan untuk sahur hingga pakaian baru untuk merayakan idul fitri. 

Tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja kebutuhan selama ramadhan menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis untuk memaksimalkan pendapatannya. Nah, agar pemasaran produk lebih tepat dan efektif, maka penting untuk memahami pola perilaku konsumen saat belanja. Mulai dari perubahan waktu belanja hingga kategori produk yang banyak diminati. Tapi sebelum itu, tahukah Anda bahwa konsumen lebih menyukai belanja online selama ramadhan? 

Belanja Online Jadi Tren di Ramadhan, Peluang Besar Bagi Bisnis! 

Belanja online menjadi pilihan utama bagi hampir semua orang selama bulan Ramadan. Hal ini dibuktikan berdasarkan laporan Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 yang mengungkapkan bahwa 95% konsumen berusia 17 hingga 55 tahun kini memilih berbelanja secara online. Bahkan, 88% di antaranya menjadikan e-commerce sebagai kanal utama untuk memenuhi kebutuhan.

Menariknya, antusiasme itu juga terlihat dari sisi anggaran. Riset InMobi mencatat 74% konsumen meningkatkan alokasi dana belanja pada Ramadan 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, meskipun daya beli belum sepenuhnya pulih, ramadhan tetap menjadi momen di mana konsumen bersedia mengeluarkan lebih banyak uang.

Lalu, apa artinya bagi pelaku bisnis? Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan penjualan dengan strategi yang tepat. Dengan memahami pola perilaku konsumen saat ramadhan, bisnis dapat menyesuaikan promosi, menawarkan produk yang paling dicari, serta mengoptimalkan strategi pemasaran di platform digital agar lebih efektif menjangkau konsumen.

Nah, bagaimana sebenarnya perilaku belanja online konsumen selama Ramadan 2026 kemarin? Apa saja produk yang paling banyak mereka cari? Yuk, cari tahu lebih dalam hanya di KOL.ID!

Perilaku Konsumen Saat Belanja Online di Bulan Ramadhan

Inilah beberapa perilaku konsumen saat berbelanja di bulan ramadhan yang harus diketahui bisnis, diantaranya: 

1. Konsumen Mulai Belanja Sebulan Sebelum Ramadhan

Perilaku konsumen saat ramadhan yang paling pertama yaitu mereka mulai mencari dan berbelanja jauh sebelum puasa dimulai. Riset InMobi menunjukkan bahwa aktivitas belanja ramadhan kini tidak lagi terkonsentrasi menjelang idul fitri, melainkan mulai direncanakan dan direalisasikan sekitar 2 sampai 4 minggu sebelum ramadhan.

Data internal SIRCLO turut memperkuat temuan tersebut. Jumlah transaksi brand tercatat meningkat hingga 115% sepanjang periode dua minggu sebelum ramadhan hingga dua minggu setelah idul fitri, dibandingkan satu bulan sebelumnya.

Namun, bukan berarti puncak transaksinya juga terjadi lebih awal. Visa justru mencatat aktivitas belanja semakin intensif pada paruh kedua ramadhan, dengan puncak pengeluaran di sekitar pekan ketiga seiring meningkatnya pembelian hadiah, kebutuhan hari raya, dan perjalanan mudik.

Pola ini menunjukkan bahwa ada dua momen berbeda yang perlu dijaga brand. Periode sebelum ramadhan adalah waktu untuk membangun awareness dan masuk ke daftar pertimbangan konsumen, sedangkan paruh kedua ramadhan adalah waktu untuk mendorong konversi. Brand dapat memulai kampanye setidaknya dua minggu sebelum puasa, lalu menaikkan intensitas promo saat THR mulai cair.

2. Konsumen lebih Aktif pada Siang dan Malam Hari 

Perilaku konsumen saat ramadhan yang harus diketahui para pelaku bisnis selanjutnya yaitu waktu terbaik untuk belanja online. Konsumen Indonesia cenderung aktif sepanjang hari, tetapi ada tiga rentang waktu yang menjadi prime time selama bulan puasa.

Data Telkomsel Enterprise menunjukkan puncak aktivitas digital dan belanja online terjadi menjelang sahur pada pukul 03.00 sampai 05.00, waktu istirahat siang pada pukul 11.00 sampai 14.00, serta sore hingga malam hari pada pukul 16.00 sampai 19.00. SIRCLO juga mencatat pukul 12.00 siang sebagai jam belanja terpopuler, yang bahkan melonjak hingga dua kali lipat saat ramadhan.

Menariknya, jam sahur kini menjadi slot yang tidak bisa diabaikan. Tokopedia dan TikTok Shop mencatat transaksi saat sahur naik hingga 15 kali lipat sepanjang kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026, yang didorong oleh aktivitas LIVE di TikTok.

Lalu, bagaimana bisnis memanfaatkannya? Nah, disinilah para pelaku bisnis dapat memaksimalkan waktu-waktu tersebut untuk memasarkan produknya. Brand bisa menawarkan flash sale di jam sahur dan menjelang berbuka, serta menjadwalkan sesi live streaming di prime time tersebut agar engagement dan kepercayaan pelanggan ikut terbangun.

3. E-commerce yang Paling Diminati Konsumen 

Setelah mengetahui prime time konsumen belanja online saat ramadhan, lantas muncul pertanyaan, E-commerce mana ya yang paling populer di kalangan konsumen saat ramadhan? Nah, Berdasarkan data dari YouGov, Shopee menduduki peringkat pertama sebagai e-commerce terpopuler yang digunakan konsumen untuk belanja online sebanyak 89%. Selanjutnya, diikuti oleh Tokopedia sekitar 51%, TikTok Shop 41% dan Lazada 34%.

Data tersebut menunjukkan bahwa Shopee menjadi e-commerce yang paling banyak diminati konsumen Indonesia untuk berbelanja online saat ramadhan. Banyaknya promo menarik, flash sale, fitur gratis ongkir membuat konsumen lebih mudah mendapatkan produk yang mereka butuhkan selama ramadhan. 

Bagi para pelaku bisnis, ini menjadi peluang emas dengan mengetahui e-commerce mana yang populer di kalangan konsumen. Brand dapat menentukan platform terbaik untuk menjual produk dan bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Dengan strategi marketing yang tepat, bisnis bisa meraih lebih banyak pelanggan dan meningkatkan keuntungan selama Ramadan.

4. Top Kategori Produk Paling Diminati Konsumen 

Berdasarkan survei Jakpat, pakaian tetap menjadi kategori belanja yang paling dominan selama Ramadan 2026. Sebanyak 90% responden membeli pakaian menjelang idul fitri, diikuti aksesori pakaian sebesar 61% dan perlengkapan ibadah sebesar 59%. Selain itu, 74% responden Muslim tercatat memberikan bingkisan atau hampers dengan mayoritas berupa produk pangan.

Namun, ada temuan menarik lain di luar kebutuhan pokok hari raya. Riset Blibli mengungkapkan bahwa dibandingkan rata-rata transaksi harian satu bulan sebelum ramadhan, kategori groceries seperti sirup dan camilan tumbuh hampir empat kali lipat, sedangkan fashion muslim tumbuh hampir tiga kali lipat. Yang paling mengejutkan, peralatan olahraga seperti tenis dan padel justru tumbuh lebih dari lima kali lipat.

Bagi para pelaku bisnis di bidang fashion, makanan, dan hampers, ramadhan tetap menjadi peluang besar untuk memaksimalkan penjualannya. Tapi data di atas juga menunjukkan bahwa konsumen kini memanfaatkan momentum ramadhan untuk melakukan upgrade gaya hidup, bukan sekadar memenuhi kebutuhan hari raya. Brand di luar kategori utama pun tetap punya ruang untuk ikut bermain, misalnya lewat paket bundling atau promo yang dikaitkan dengan kebiasaan baru selama puasa.

5. Live Shopping Menjadi Fitur Populer 

Selama bulan ramadhan, live shopping menjadi fitur yang paling efektif untuk mendorong konsumen berbelanja online. Fitur tersebut ramai dikunjungi konsumen di dua platform yaitu shopee live dan TikTok. 

Hal ini dibuktikan berdasarkan data Tokopedia dan TikTok Shop yang mengungkapkan bahwa pada awal Ramadan 2026 saja, periode 19 hingga 25 Februari, fitur live shopping sudah ditonton lebih dari 3,4 juta kali. Produk terlaris yang terdorong dari sesi tersebut antara lain gamis, mukena, kopi, ponsel, dan kemeja. Transaksi kategori fashion muslim di TikTok Shop bahkan naik sekitar tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa fitur live shopping semakin diminati oleh konsumen sebagai cara berbelanja yang lebih interaktif dan menarik. Pembeli dapat melihat produk secara real-time, berinteraksi langsung dengan penjual, serta mendapatkan penawaran eksklusif yang hanya tersedia selama sesi live berlangsung.

Nah, yang perlu digarisbawahi, pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Tokopedia dan TikTok Shop menyebut lonjakan transaksi selama Ramadan 2026 ditopang oleh penjual dan affiliate content creator yang konsisten membawakan sesi live. Salah satu contohnya adalah Gwenza, brand fashion muslim asal Bandung, yang melaporkan kenaikan transaksi hingga tujuh kali lipat lewat strategi live streaming 13 jam bersama artis dan affiliate.

Dengan semakin banyaknya konsumen yang aktif menonton live, ini adalah waktu yang tepat buat bisnis memanfaatkan tren ini. Brand dapat melakukan live streaming di jam prime time saat konsumen aktif berbelanja, memberikan promo eksklusif, serta berkolaborasi dengan KOL (Key Opinion Leaders) yang sesuai dengan kategori produknya.

Kolaborasi dengan KOL bukan sekadar strategi, tapi juga investasi yang bisa bikin sesi live shopping jadi lebih interaktif dan menarik. KOL punya pengaruh besar dalam membangun kepercayaan dan mendorong keputusan pembelian. Jadi, memilih influencer yang tepat bisa membantu brand Anda menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Kalau Anda berencana untuk live streaming dan ingin bekerja sama dengan KOL, pastikan Anda memilih yang sesuai dengan target audiens dan brand identity bisnis Anda. Anda bisa menentukan KOL atau influencer target Anda dengan cek rate card mereka di KOL.ID. 

KOL.ID menyediakan berbagai tools yang membantu brand melihat rate card KOL atau influencer serta mengukur seberapa besar engagement akun media sosial mereka. Jadi, Anda bisa memilih KOL yang paling pas untuk strategi pemasaran Anda. Penasaran? Yuk, langsung cek KOL.ID dan temukan KOL terbaik untuk mendukung penjualan Anda! 

Jadikan kami sumber pilihanmu di Google

Dapatkan artikel terbaru kami lebih mudah di Google Search, AI Overviews, dan AI Mode.

Tambahkan KOL.ID sebagai sumber pilihan di Google